Wednesday, June 3, 2015

Anak Seorang Tukang Cukur


Sukamadia.blogspot.com - Iin merasa malu dengan profesi ayahnya sebgai tukang cukur. Bayangkan saja, setiap hari ia diejek oleh teman temanya dengan sebuatan anak tukang cukur. Ia malu kepada teman temannya bercampur marah kepada sang ayah.

"Mengapa ayah harus jadi tukang cukur?" apa tidak ada pekerjaan lain?" Katanya dalam hati.

Karena tidak tahan dengan hinaan taman temannya, sepulang sekolah Iin menuju tempat ayahnya biasa mangkal. apa yang dilakukannya? HAI...... ia mengambil perlengkapan cukur tanpa sepengetahuan ayahnya.

tentu saj ayah Iin sangat kebingungan. Alat alat cukur itu merupakan barang yang sangat berharga. Akibatnya, ia tidak bisa bekerja dan itu membuatnya sedih karena tidak ada penghasilan untuk menghidupi keluarganya.

Kesedihan yang sangat mendalam mengakibatkan ayah Iin jatuh sakit. Iin merasa sangat bersalah, dan wajah penuh rasa bersalah, ia mendatangi kamar ayahnya sambil membawa alat alat cukur yang di sembunyikannya. Iiin lupa bahwa, dari usaha ayahnya ia bisa sekolah, membeli pakaian, dan tidak kelaparan, jadi mengapa harus malu dengan kondisi keluarga kita?

  • Anak mau menerima dan menghargai orang tua serta keluarganya bagaimanapun keadaan mereka dan siapapun mereka (koleksi pribadi)
(Khusus untuk ANAK)




Diposting Oleh : Unknown

About Profile Image Anda sedang membaca artikel tentang - Anak Seorang Tukang Cukur Jika ingin mengcopy paste atau menyebar-luaskan artikel ini, jangan lupa untuk meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya >>

sukamadia

0 comments

Post a Comment

berkomentarlah dengan baik dan sopan

 
 
Copyright © 2015 Sukamadia - All Rights Reserved
Contact For Sukamadia.blogspot.com
Design By Sukamadia
Maruli@anakbatak.com
Back to top